angin yg mendesau (Karya: Irdawati, M.Pd)
Bertanya rumput pada hujan
Ketika angin kencang membubu
Ketika debu riuh beterbangan
Ketika tubuhku kering lusuh
Menatap mengharap hujan kan segera turun
Menerpa tubuhku yang kering dan kerontang
Berbalur debu-debu jalanan
Bercampur riak-riak knalpot motor yang senantiasa menyambar tubuhku
Menambah kering
Menambah kusam
Menatap padamu hujan
Wahai hujan
Kaubegitu kurindu
Hadirmu kunanti
Tuk sirami tubuh-tubuh ringkihku
Ketegaranku hampir rubuh
Panas dan kering setubuhi tubuhku
O hujan kauselalu kutunggu
Tuk basuh tubuh lusuhku
Wahai hujan
Takkah kauingin siramiku lagi
Akankah kau biarkan kukering kerontang
Rubuh tersungkur dalam paruh waktu
Takkah kaurasakan tubuhku
Berteriak syahdu memanggilmu
Akankah kautunggu sampai batas akhir penantianku
Hingga aku diam, luruh, kaku dan tercerabut pada akar-akarku
Yang tlah mengering kusam???
Kutunggu jawabmu hai hujan
Hingga tapal batas ajalku
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- PERAN ENERGI PANAS BUMI DALAM TRANSISI ENERGI HIJAU: WUJUD SYUKUR ATAS
- MENGEMAS MASA DEPAN EKSPOR INDONESIA BEBAS SAMPAH PLASTIK
- Generasi Muda Madrasah Wujudkan Harapan Ekspor Hijau untuk Indonesia
- DARI REMPAH HINGGA DIGITAL: WAJAH BARU KEKAYAAN EKSPOR INDONESIA
- Uap Menjadi Cahaya: Jejak Panas Pengubah Masa Depan
Kembali ke Atas



